Skip to main content

Search This Blog

Fungsi Root HP Android dan 16 Manfaat Root (Apa saja?)

Mungkin tweaking memang jadi hal yang paling sering dilakukan oleh user Android dengan akses root.

Tweaking disini adalah tweak lebih dalam lagi dibanding management RAM maupun optimasi baterai yang ada di point sebelumnya.

Tweaking disini, biasanya dilakukan dengan mengedit atau mereplace setting sistem yang ada di direktori root.


Berapa speed Processor Android yang sobat gunakan? 1 Ghz? 2 Ghz? Sobat bisa menaikkannya lewat overclock lho.

Dengan overclock, kita bisa menaikkan speed dari Processor yang kita gunakan. Overclock ini sudah cukup populer di kalangan pengguna komputer maupun laptop.

Nah, dengan Android yang memiliki akses root, overclock bisa dilakukan melalui aplikasi-aplikasi yang tersedia di Playstore.

Kalau saya pribadi, saya pakai kernel auditor.

Tapi perlu diingat, sama seperti PC atau laptop, Android yang di overclock juga punya potensi untuk rusak. Ini karena panas yang dihasilkan jauh lebih tinggi. Belum ditambah dengan baterai yang lebih cepat terkuras habis.

7. Bebas install aplikasi

Pada kondisi non-root, kita hanya terbatas untuk memakai aplikasi yang hanya butuh akses sistem biasa saja.

Dengan kondisi root, sobat bisa menginstall aplikasi apapun. Baik itu yang support root, ataupun tidak.

Dengan kondisi root juga sobat bisa mengaktifkan fitur-fitur yang tidak bisa diaktifkan dengan mode non-root.

8. Bebas menghapus aplikasi bawaan

Kebalikan dengan poin sebelumnya. Pada mode root, kita bisa menghapus aplikasi bawaan yang pada dasarnya tidak bisa dihapus.

Penghapusan ini kadang bisa dilakukan langsung, maupun dihapus dengan aplikasi pihak ketiga.

Tapi perlu hati-hati, karena ada beberapa aplikasi bawaan yang kalau dihapus, bisa membuat sistem jadi rusak / tidak normal.

Salah satunya sim toolkit. Sobat mungkin pernah mengalami saat memasukkan simcard baru dan sim toolkit ini muncul terus berulang-ulang sebelum kartu sim tadi di daftarkan.

Nah, kalau sim toolkit ini dihapus, nanti bisa menyebabkan HP tidak bisa menangkap sinyal (berdasarkan pengalaman pribadi).

9. Melihat password WIFI yang tersimpan

Untuk cara melihat password WIFI, sebenarnya ada cara dengan root dan tanpa root. Masalahnya, kebanyakan caranya harus memakai akses root.

Untuk caranya, bisa menggunakan cara manual maupun pakai aplikasi. Persamaannya, adalah kita sama-sama mengambil password WIFI yang tersimpan di database WIFI. Dan database WIFI ini lokasinya berada di direktori root.

10. Modifikasi tampilan Android jadi semakin cantik

 

Selain tweaking, modifikasi tampilan juga tidak dilewatkan oleh para root user Android.

Dengan akses root, kita bisa mengatur font, beragam icon yang lebih menarik, sampai mengatur boot logo saat HP baru menyala.

Sangat jauh berbeda dibanding HP dengan non-root yang tampilannya hanya itu-itu saja.

11. Backup data lebih aman dan efisien

 

Apa opsi backup untuk HP non-root? Saya pikir tidak banyak. Mungkin hanya memindahkan data, kontak, APK, dan hanya itu-itu saja.

Beda lagi kalau HP sudah berada dalam akses root. Fitur backup yang ada, jauh lebih banyak dibanding non-root.

Dengan mode root, contohnya: Sobat bisa melakukan backup APK + data yang sulit dilakukan di mode non-root. Selain itu, mengembalikan (restore) aplikasi atau data pun tidak perlu pakai cara manual.

Cukup dengan 1 kali klik, seluruh aplikasi yang dibackup akan otomatis kembali diinstall semuanya.

Iya, semuanya.

12. Install custom recovery

Sobat tahu recovery? Recovery kalau di komputer mungkin mirip BIOS. Lewat recovery, kita bisa mengatur berbagai macam hal seperti menghapus data, hapus cache sampai reset pabrik.

Di merk-merk HP atau tablet Android, kebanyakan sudah ada recovery bawaan yang bisa membantu jika sewaktu-waktu Android yang dipakai rusak. 

Walau kadang ada juga yang tidak ada.

Nah, dalam mode root, kita bisa melakukan pemasangan custom recovery dimana terdapat lebih banyak fitur yang akan didapat.

Contohnya, kita bisa melakukan backup data lewat recovery, yang sangat bermanfaat saat Android dalam keadaan bootloop.

Selain itu, tampilan yang ditawarkan juga jauh lebih user friendly dibanding recovery bawaan.

Untuk custom recovery saat ini, paling terkenal ada TWRP dan CWM.

13. Install custom ROM

Pada kondisi default alias bawaan. Sistem operasi yang terinstall di Android merupakan stockrom, alias ROM yang terinstall langsung dari pabrik.

Dan dalam mode root, kita bisa mengubah ROM bawaan tadi menjadi custom ROM. 

Custom ROM, adalah ROM yang sudah diedit sedemikian rupa oleh para modder Android.

Pada custom ROM, kita bisa mendapatkan kinerja yang lebih baik dan lebih stabil (walau tidak selalu). Selain itu, kita juga bisa mencicipi Android terbaru (misal: Oreo) walaupun HP atau tablet yang dipakai tidak mendapat dukungan update dari produsen.

14. Install Custom kernel

 

Pemasangan custom kernel, biasanya dilakukan untuk mendapatkan kinerja Android yang lebih baik dan stabil.

Untuk settingan kernel kadang banyak jenisnya, tergantung si pembuat. Dan beberapa fitur HP atau tablet yang tidak jalan, terkadang bisa dinyalakan lewat custom kernel.

Contohnya, di HP saya ada fitur DT2Wake (Double tap to wake) dimana saya bisa mengaktifkan HP tanpa tombol power. Cukup di ketuk layarnya sebanyak 2 kali. Dan fitur ini baru bisa menyala ketika custom kernel terinstall.

Custom kernel sendiri sangat mudah diinstall. Hanya perlu melakukan flashing di recovery sama seperti custom ROM.

15. Backup kontak dalam keadaan bootloop

 

Kontak nomor telepon, email sampai alamat tentu jadi salah satu hal yang paling berharga yang ada di HP. Karena akan sangat merepotkan kalau kontak-kontak tersebut sampai hilang.

Di HP yang sedang dalam keadaan bootloop, akan sulit mengembalikan data-data kontak ini. Apalagi mengingat recovery biasanya hanya backup data-data internal atau eksternal saja.

Nah, dalam mode root, sobat bisa melakukan backup kontak ini dengan mudah. Yaitu dengan mengambil file contact2.db yang berada dalam direktori root Android.

16. Fitur tidak terbatas

 

Dari 15 poin sebelumnya, kita bisa menyimpulkan bahwa fitur dari Android menjadi tidak terbatas dalam keadaan root.

Berbagai keuntungan yang didapat, bisa dibilang setara atau bahkan jauh lebih menguntungkan dibanding dengan resiko dan kerugian yang didapat.

Bahkan selain 15 poin yang dibahas tadi, bahkan masih sangat banyak manfaat-manfaat lain yang bisa didapat di Android dalam mode root.

Penutup

Mode akses root memang menggiurkan. Berbagai keuntungan bisa didapat dengan membuka akses full di Android. Tapi bukan berarti sobat harus memaksakan Android yang dipakai harus dalam keadaan root.

Ada macam-macam alasan yang membuat sobat tidak perlu me-root Android sobat. (Lengkapnya, baca di artikel: kerugian root Android diatas tadi).

Yang berarti, sobat harus bijak dalam memutuskan apakah harus melakukan root atau tidak.

Jangan sampai hanya karena gengsi, HP bahkan pekerjaan jadi terganggu hanya karena HP rusak karena root.

Sekian, artikel tentang fungsi root dan manfaat root. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan. Sekian, dan terima kasih.

Baca Juga :

lisensi sumber terbuka root (2), aplikasi ganti font evercoss A5C (1), kingroot untuk blackberry z3 (1)

Fungsi Root HP Android dan 16 Manfaat Root (Apa saja?)
|
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==